You are all cordially invited to CSIFestive 2012 Fine Art Photo Exhibition & Auction
(To support equal opportunity for children's education)
When : 27th October 2012, 10 AM - 8.30 PM - 28th October 2012, 10 AM - 8.30 PM
Where : Danes Art Veranda, Jl. Hayam Wuruk 159, Denpasar, Bali
On the 27th, there will be around 15 pieces of art being exhibited for fine art lover. All work are for auction and 60% of the revenue will be given to local community that support equal opportunity for children's education in remote area in Bali.
(Pictures and other details will be uploaded soon)
Acara trekking akan berlangsung pada tanggal 20 Oktober 2012 di tiga tempat secara bersamaan (tidak untuk diikuti di ketiga tempat sekaligus dalam satu hari oleh peserta). Peserta dapat memilih tujuan yang diminatinya. Lokasi- lokasi tersebut adalah : 1. Jatiluwih, Kab. Tabanan: khusus peserta di Jatiluwih, akan mendapatkan materi workshop Subak yang akan disampaikan oleh Guru Besar Subak Universitas Udayana, Dr. Ir. I Wayan Windia. 2. Pura Lempuyang, Kab. Karangasem 3. Pura Ulun Danu, Batur, Kintamani, Kab Bangli
Kenapa CSIFestive 2012 team memilih tiga tempat khusus pada
tanggal 20?
1. Pura Lempuyang : merupakan Sad Kahyangan
(termasuk pura yang meiliki peranan unik di Bali). Medan cukup menantang bagi
pecinta trekking. Berada di ketinggian 1800 DPL, namun demikian wanita paruh
baya dengan kebayanya yang anggunpun masih sanggup menapaki tangga demi tangga
hingga pura tertinggi di sana. Pemandangan daerah tinggi sudah tentu sangat
cantik.
2. Pura Ulun Danu : merupakan pura yang memiliki
peranan penting dalam kegiatan bertani (sangat erat dengan SUBAK), berada di
kaldera Batur yang sangat cantik. Bisa dijangkau dengan kendaraan, trekking
santai sekali berjalan-jalan di sekeliling lingkungan pura sambil belajar
banyak hal tentang sejarah Pura Ulun Danu.
3. Jatiluwih : Tabanan dalah satu-satunya
kabupaten yang sebagian besar pencaharian penduduknya adalah bertani, sehingga
hamparan sawah luas tak terhingga dapat dijumpai di sini.
Jatiluwih (source: tumblr)
Kintamani
Peserta trekking harus mengikuti quiz dan lomba yang tugasnya akan dibagikan pada hari H oleh masing-masing persone in charge di tiap lokasi. Permainan berkelompok dimaksudkan agar terjalin silaturahmi antar anggota/peserta dan dibentuk secara acak, dan jumlah per team bergantung pada jumlah peserta trekking di tiap-tiap lokasi.
Teknik pemakaian sarung di Pura Lempuyang
yang memiliki ratusan anak tangga
Etika ketika memasuki wilayah/tempat suci,
pura di Bali :
1. memakai sarung, dan anteng (selendang yang diikatkan di pinggang)
2. Bagi wanita yang sedang berhalangan, tidak diperbolehkan masuk ke
tempat-tempat suci.
3. Ketika masuk dalam areal persembahyangan, tidak diperkenankan jalan/lewat di
depan orang yg sedang bersembahyang.
4. Di areal pura, dilarang memetik pohon,
tanaman yang ada di sekitar lingkungan pura.
5. Mencakupkan tangan ketika ada yang memberi salam "Ohm Swastyastu".
6. Menghormati kegiatan berbudaya dan ritual yang ditemui selama acara
CSIFestive 2012 berlangsung
Desa Kapal, Mengwi, Kabupaten Badung adalah salah satu desa adat di Bali yang kaya akan keunikan adat dan budayanya. Setiap tahunnya digelar sebuah tradisi yang unik dan menarik yang masih berlangsung hingga sekarang. Tradisi tersebut adalah Aci Rah Pengangonatau lebih dikenal dengan Perang Ketupat atau Perang Tipat yang dilakukan masyarakat setempat khususnya laki-laki.
Perang Tipat ini berlangsung secara turun temurun dan dilaksanakan di depan Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Kapal, Mengwi. Sama halnya dengan ritual adat lainnya, sebelum perang masyarakat desa berkumpul di pura dimana diawali dengan proses sembahyang bersama oleh seluruh warga desa setempat.
Menurut tradisi, Perang Tipat ini dilakukan setiap Purnama Kapat atau pada saat purnama bulan ke empat dalam penanggalan Bali sekitar bulan September-Oktober dan pelaksanaannya diwujudkan dalam berupa tipat dan tipat bantal/semacam ketupat.
Ketua Karang Taruna Desa Adat Kapal, Nyoman Sukataya, mengatakan ada 12 biji tipat dan bantal masing-masing dari 200 KK, 18 banjar yang ada di Kecamatan Mengwi, diperkirakan ada 12.000 jiwa atau penduduk. “Total keseluruhan ada sekitar 43.000 tipat dan tipat bantal,” ujarnya.
Usai sembahyang, perang pertama dilakukan di dalam pura terlebih dahulu dan pindah ke jalanan di depan pura kurang lebih selama 20 menit dan jalan ditutup sementara selama perang berlangsung dan sempat membuat macet arah Denpasar-Gilimanuk.
Perang tipat terbagi dalam dua kelompok yaitu utara dan selatan dimana keduanya saling melempar atau menyerang kubu lawan dengan tipat dan tipat bantal dan mencoba mempertemukannya di udara. Tidak hanya peserta saja yang menjadi korban, penonton bahkan fotografer yang mengabadikan momen pun juga korban. Tidak ada kata istilah dendam dalam perang ini.
Klian Desa Adat Kapal, A.A Gede Dharmayasa, menjelaskan tradisi perang tipat dan tipat bantal ini erat kaitannya dengan kehidupan pertanian masyarakat.
“Perang tipat berarti bentuk rasa terima kasih kepada Sang Hyang Widhi atas berlimpahnya hasil panen di desa ini,” terangnya.
Setelah perang berakhir, para peserta membersihkan sisa-sisa dari perang dan dikumpulkan menjadi satu. “Sisa-sisa yang sudah terkumpul kemudian diambil dan ditaburkan ke sawah pendudu di desa adat Kapal,” tegasnya. (Ultimo Paradiso)
Terbayang serunya berkumpul dengan sesama traveler di acara Work Camp for Green Movement, dalam rangkaian acara CSIFestive2012 - Bali. Work Camp ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar sesama pecinta petualangan alam atau olah raga outdoor.
Klik pendaftaran untuk ikut serta dalam acara ini.
Di mana : Situs perkemahan Cekik, Taman Nasional Bali Barat (Note: ketentuan TNBB: biaya masuk dalam camping ground cekik Rp.10,000/orang)
Kapan : Tanggal 25 Oktober (diharapkan semua peserta sudah berada di lokasi pada pukul 15.00)
Meeting point : tanggal 25 Oktober 2012
- Denpasar : Jam 11.00 WITA di McD Gatot Subroto Tengah (Dekat ke arah Ubung Terminal)
Jam 17.00 WITA di McD Gatot Subroto Tengah (Dekat ke arah Ubudng Terminal), khusus bagi mereka yang ingin bergabung sepulang kerja.
Apa yang perlu dibawa? Peralatan camping pastinya! Peralatan snorkeling, swin suit dong pastinya, diving gear (bila tidak ada, bisa dikoordinasikan oleh person in charge di Taman Nasional Bali Barat). Hey jangan lupa sun block! (reminder ini akan kami ulang terus menerus ;p)
Apa saja yang akan dikerjakan pada hari itu?
1. Presentasi dari TNBB mengenai potensi taman nasional
2. Presentasi oleh Friends of Menjangan mengenai kegiatan green movement
3. Briefing bagi mereka yang mengikuti program Watersport for Green Movement (Tgl 26 Oktober di Menjangan Island)
4. Presentasi dari bintang tamu (Diver senior Indonesia)
5. Presentasi dari anggota CS dan komunitas lain yang ingin berbagi
6. Pemutaran filem dokumenter
Apa saja persiapan yang dibutuhkan untuk mengikuti acara Green Movement Work Camp?
1. Tenda (pihak penyelenggara tidak menyediakan tenda)
2. Lotion pengusir nyamuk
3. Kantong sampah
4. Biaya tiket memasuki areal perkemahan Rp. 10.000/orang
5. Sun screen
6. Topi
7. Peralatan snorkel bagi mereka yang ingin mengikuti program tanggal 26 Oktober (masih di area TNBB)
Sekilas Mengenai Taman Nasional Bali Barat
Letak dan Luas Secara administrasi pemerintahan, Taman Nasional Bali Barat (TNBB) terletak dalam 2 kabupaten yaitu Kabupaten Buleleng dan Jembrana, Propinsi Bali. Secara geografis terletak antara 8o 05′ 20″ sampai dengan 8o 15′ 25″ LS dan 114o 25′ 00″ sampai dengan 114o 56′ 30″ BT.
Keadaan Kawasan
TopografiTopografi kawasan terdiri dari dataran landai (sebagian besar datar), agak curam, dengan ketinggian tempat antara 0 s.d 1.414 mdpl. Terdapat 4 buah gunung yang cukup dikenal dalam kawasan, yaitu Gunung Prapat Agung setinggi ± 310 mdpl, Gunung Banyuwedang ± 430 mdpl, Gunung Klatakan ± 698 mdpl dan Gunung Sangiang yang tertinggi yaitu ± 1002 mdpl. Di perairan laut terdapat 4 pulau yang masuk dalam kawasan TNBB yaitu P. Menjangan ± 175 Ha, P. Burung, P. Gadung, dan P. Kalong.
Geologi dan TanahBerdasarkan Peta Tanah Tinjau P. Bali skala 1 : 250.000 (Pola Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah Wilayah DAS Pancoran, Teluk Terima, Balingkang Anyar Unda dan Sema Bor) tahun 1984 formasi Geologi, TNBB sebagian besar terdiri dari Latosol.
Iklim dan HidrologiBerdasarkan Schmidt dan Ferguson, kawasan TNBB termasuk tipe klasifikasi D, E, C dengan curah hujan rata-rata D : 1.064 mm / tahun, E : 972 mm / tahun, dan C : 1.559 mm / tahun. Temperatur udara rata-rata 33o C pada beberapa lokasi, kelembaban udara di dalam hutan sekitar 86 %. Sungai-sungai yang ada dalam kawasan TNBB meliputi S. Labuan Lalang, S. Teluk Terima, S. Trenggulun, S. Bajra / Klatakan, S. Melaya, dan S. Sangiang Gede.
AksesibilitasTaman Nasional Bali Barat terletak di ujung barat Pulau Bali lebih kurang 2 Kilometer dari Pelabuhan Penyebrangan Gili,manuk. Untuk sampai ke kawasan ini dapat dicapai dengan kendaraan darat. Dari Ibu Kota Propinsi Bali, Denpasar, dapat ditempuh selama ± 3 jam perjalanan darat.
Keadaan Penduduk di Sekitar Kawasan Seperti penduduk lainnya yang berbatasan langsung dengan hutan yang merupakan kawasan konservasi, ketergantungan penduduk terhadap sumberdaya hutan juga masih cukup tinggi. Ketergantungan ini biasanya terhadap sumberdaya kayu bakar untuk keperluan rumah tangga maupun sumberdaya pakan ternak. Ketergantungan ini tentunya juga sedikit banyak akan mempengaruhi keutuhan dan kelestarian sumberdaya kawasan konservasi. Selain itu, sumberdaya hutan yang seringkali dijadikan komoditi dan diambil dari Taman Nasional oleh penduduk diantaranya satwa-satwa liar.
Sarana Prasarana Pendukung Sekitar Kawasan Beberapa sarana dan prasarana untuk kepentingan wisata alam yang ada antara lain : beberapa obyek wisata yang berada di dalam kawasan Taman Nasional maupun di sekitar kawasan Taman Nasional. Untuk di dalam kawasan Taman Nasional, kebanyakan berupa wisata budaya yang berupa pura. Beberapa sarana yang dimiliki oleh Taman Nasional diantaranya Information Centre di Kantor Taman Nasional, shelter-shelter yang tersebar di dalam kawasan.
Data Jumlah Pengunjung 5 (Lima) Tahun Terakhir Data jumlah pengunjung , peneliti dan berkemah per tahun antara tahun 1995 – 2004 :
Tahun
Nusantara
Mancanegara
1995
34.496
21.611
1996
45.774
22.635
1997
87.947
20.280
1998
91.371
38.215
1999
52.010
22.099
2000
11.001
20.168
2001
21.010
20.895
2002
19.633
21.008
2003
65.848
15.226
2004
11.731
2.897
Keterangan : Wisatawan yang terbanyak dari : Eropa, Amerika dan Asia (Jepang) Data 2004 sampai dengan bulan Maret
Demikian mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih seusai seminar ketahanan pangan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah III, Denpasar, Kamis (5/7). Bungaran menyambut baik penetapan subak sebagai situs warisan budaya dunia.
Menurut Bungaran, subak adalah warisan budaya yang sudah berumur panjang dan masih bertahan sampai saat ini. ”Subak itu bentuk kearifan lokal, dan menjadi warisan budaya masyarakat Bali. Situasi sudah banyak berubah, konteks juga sudah berubah, karena itu, subak juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tanpa harus meninggalkan rohnya,” kata Menteri Pertanian periode 2001– 2004 itu.
Selain menyangkut pertanian, subak juga merupakan sistem budaya sehingga perlu keterlibatan ahli-ahli budaya dalam upaya pelestariannya. Termasuk, perlu sinergi dengan pariwisata dan modernisasi di Bali. ”Karena itu, perlu pemikiran ahli-ahli kebudayaan agar subak tak kehilangan identitasnya,” ujarnya.
Subak ditetapkan sebagai situs warisan budaya dunia pada sidang Komite Warisan Dunia ke-36 UNESCO di Rusia, Jumat (29/6). Penetapan itu sekaligus pengakuan subak sebagai budaya asli Indonesia (Kompas, 30/6).
Wayan Windia, Ketua Grup Riset Sistem Subak Universitas Udayana menyebutkan, sawah di Bali mulai dibangun sejak abad ke-9 dan sistem subak mulai ada tahun 1072. Sawah dan subak merupakan bagian dari kebudayaan Bali yang perlu diperkuat dan diberdayakan. Namun, ada tantangan serius, yakni peralihan fungsi lahan sawah. Dalam tahun 2005-2009, luas lahan sawah di Bali menyusut 5.000 hektar menjadi 82.644 hektar. (COK)
Workshop singkat mengenai Subak nanti akan dibawakan oleh Guru Besar Subak Dr. Ir. I Wayan Windia, pada tanggal 20 Oktober 2012. Sosok Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Udayana yang sederhana dan pembawaannya yang santai akan mengisi kegiatan trekking yang berlokasi di Jatiluwih menjadi semakin bermakna. Bagi mereka yang memandang Bali sebagai salah satu tempat tujuan wisata kelas dunia, sudah pasti tertarik akan kontur alamnya yang terkesan "celestial" dengan hamparan sawah terasering yang khas. Apa yang membuat Bali unik? Anda akan dapatkan jawabannya di workshop singkat seputar SUBAK nanti. Perdalam pengetahuan Anda tentang Bali, bergabunglah bersama kami di CSIF2012!
Cultural Landscape of Bali Province: The Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy
English (Bahasa Indonesia below) Do you have a bright-and-stunning impressive idea and willing to present it to an audience of hundreds of creative people? CSIFestive 2012 Committee is currently accepting presentation submissions for CouchSurfing Teach Learn Share Day (CS TLSD), scheduled in Bali for the Youth Pledge Commemoration Day: Sunday October 28, 2012. CS TLSD is a special Pecha Kucha one-off event in collaboration with partners in different fields; organized as a part of CouchSurfing Indonesia Festive 2012. More about Pecha Kucha here. What you will need:
That bright-and-stunning impressive idea of yours (emphasized: not other's, we don't accept plagiarism)
20 JPEG images of 1024x768 pixels in landscape orientation. You'll have 20 seconds to casually explain each image before the presentation automatically moves on to the next image. Keep in mind that Pecha Kucha presentations are about ideas and those ideas allow the audience to learn, expand their perspectives, and leave the night with something new on their mind.
Submission guide:
Let us know if you are interested by emailing csif2012[at]yahoo[dot]co[dot]id with your full name, title (i.e. architect, designer, student, teacher, activist, etc.), and write a 250-word summary statement on what you want to talk about.
Upon our reply, please prepare prepare 20 JPEG images of 1024x768 pixels in landscape orientation with your name(xxx) and numbers (1~20) on your JPGs. (e.g. Bryan01.jpg, Bryan20.jpg)
There will be an introductory slide prior to your set of 20, where your name will be projected. We will briefly introduce you before your presentation.
We need to have your images ahead of time—today is not too early, for instance. Deadline to submit your application is September 28, 2012. Once you're in the lineup, we'll let you know, list your presentation on the site, etc.
Keep your eyes on this page, since we'll updating the venue very soon. Tataa! _____ Bahasa Indonesia Punya ide super cemerlang yang inspiratif dan ingin mempresentasikannya di depan ratusan orang kreatif sepertimu? CSIFestive 2012 Committee menerima pendaftaran untuk acara CouchSurfing Teach Learn Share Day (CS TLSD), yang akan diadakan di Bali pada peringatan Sumpah Pemuda: Minggu 28 Oktober, 2012. CS TLSD adalah suatu acara Pecha Kucha lepas yang diadakan berkat kolaborasi dengan berbagai pendukung acara; sebagai bagian dari rangkaian acara CouchSurfing Indonesia Festive 2012. Lebih lanjut mengenai Pecha Kucha disini. Yang kamu perlukan:
Ide super cemerlang yang menginspirasi darimu (garis bawah: bukan ide orang ya, kita nggak ngedukung penyontek)
20 gambar JPEG berukuran 1024x768 pixel dengan orientasi landscape. Kamu akan punya 20 detik untuk menjelaskan tiap gambar secara santai sebelum presentasi berpindah otomatis ke gambar selanjutnya. Harap diingat bahwa presentasi Pecha Kucha adalah tentang ide, dan ide tersebut memungkinkan audiens untuk belajar, memperluas perspektif mereka, dan meninggalkan tempat acara dengan sesuatu yang baru di pikiran mereka.
Panduan pendaftaran:
Beritahu kami kalau kamu tertarik dengan mengirimkan surel ke csif2012[at]yahoo[dot]co[dot]id beseta nama lengkap, title (mis. arsitek, desainer, pelajar, guru, aktivis, dll.), serta tulis rangkuman dalam 250 kata mengenai apa yang akan kamu bicarakan.
Sanbil menunggu jawaban dari kami, siapkan 20 gambar JPEG berukuran 1024x768 pixel dengan orientasi landscape dilengkapi nama kamu (xxx) dan nomor slide (1~20) pada tiap gambar. (mis. Bryan01.jpg, Bryan20.jpg)
Akan ada slide perkenalan sebelum 20 gambar tersebut, yang memuat nama kamu. Kami akan memperkenalkanmu pada audiens sebelum presentasi dimulai.
Kami perlu gambar-gambarmu secepatnya—hari ini belom telat, kok. Batas akhir penerimaan pendaftaran adalah 28 September, 2012. Jika kamu terpilih, kami akan mengontakmu, menampilkan judul presentasimu dalam list, dll.
Tetap monitor situs ini, karena kami akan mengupdate lokasi acara sebentar lagi. Tataa!
Theme Song CSIF 2012 menggambarkan tentang situasi saat ini di Bali. Liriknya merupakan kritikan terhadap fenomena degradasi lingkungan yang terjadi di hampir setiap belahan bumi kita, khususnya Bali. Lagu "Tanam Saja" sangat mewakili jiwa CSIF 2012 yang mengusung tema NACULA (Nature creates Culture and Adventure). Ketika kita bisa memelihara lingkungan, secara otomatis budaya manusia yang hidup di dalamnya turut terpelihara. Pada akhirnya setiap penjelajah dapat menikmati setiap petualangannya ketika dua hal tadi terjaga dengan semestinya.
MODERN TECHNOLOGY OWES ECOLOGY
AN APOLOGY
Our Theme Song is about the current situation in Bali. It's a critisism about what is actually happening in Bali. The song has empowered the SOUL of our CSIF 2012, as we are emphasizing on NATURE, CULTURE and ADVENTURE. All of CSIF 2012 programs are dedicated to the conservation of our nature and culture. When both still exist, all traveler will be able to continue enjoying their adventure during their journey around the world, or at least Bali.
sumber foto : gdubrak.com
Musisi: nosstress
nosstress.com
Atau silahkan klik link dibawah ini untuk mendengarkan theme song CSIFestive 2012
Aku, merasakan ini Kamu tahu, aku sakit hati Melihat semua mati di hadapanku, Dan yang tersisa, cuma debu Ho..ini serius, Tentang bumi ini, alam ini Dan kebun di depan rumahku Tentang pohon pisang, Tentang rumput liar Tentang capung Tentang burung Tentang kenyataan, bahwa semuanya Tak seindah dulu Kita harus menanam kembali, Hijau saat ini dan nanti Kita harus menanam kembali Satu saja sangat berarti Untukmu, tanam saja Tanam sajalah Alam sehat Tanggung jawab AKU
Agents of change: Cok Bagus (Cajon, harmonica, vokal) Angga (guitar, vokal) Kupit (guitar, vokal)
Formulir registrasi (tidak dipungut biaya untuk keikutsertaan) :
Daftar di sini CSIF 2012 akan menggabungkan kegiatan-kegiatan yang bersifat fun sekaligus bakti sosial. Selain bermain di pantai-pantai Bali yang indah, kita juga dapat memahami berbagai fenomena nyata yang terjadi pada pantai Bali. Isu sampah di pantai Bali menjadi topik yang tak berkesudahan. Penurunan kualitas lingkungan di Bali memberikan dampak yang cukup luas baik bagi pariwisata maupun kehidupan masyarakat Bali sendiri. Pariwisata termasuk salah satu pemicu polemik sampah, namun perkembangan dan kemajuan di Bali pun tak lepas dari peranan pariwisata. Ini membuat pariwisata menjadi pedang bermata ganda dan Bali tidak sendirian dalam hal ini. Fenomena ini terjadi di hampir seluruh dunia yang berfokus pada industri parawisata. Kali ini tim CSIF 2012 mengajak seluruh anggota CSI maupun masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam pemeliharaan pantai pada kegiatan Beach Hopping dan Beach Cleaning. Dampak kegiatan ini tidak akan dirasakan secara langsung, namun bentuk kepedulian kita akan menanamkan kesadaran baik pada peserta maupun pihak lain yang ikut berpartisipasi, yaitu kesadaran bahwa laut merupakan bagian yang saling terkait di mana pun di dunia ini dan merupakan kunci dalam menjadikan bumi yang lebih baik. Diharapkan bahwa semakin sering diadakannya pergerakan pergerakan kecil pemeliharaan lingkungan secara acak di berbagai belahan bumi, maka kesadaran kolektif akan semakin meningkat.
Lokasi-lokasi Beach Activities 21 Oktober 2012 Lokasi: Blue Lagoon dan Bias Tugel, Padang Bai, Karangasem Kegiatan: Beach Clean-Up and Workshop Kelautan Detail acara di laman FB : http://www.facebook.com/events/152128514929786/?fref=ts Dalam acara Beach Cleaning, akan disisipkan seminar sehari tentang kelautan yang akan dibawakan oleh pakar kelautan Bali. Sambil makan siang, kita bisa belajar banyak mengenai pentingnya laut dan pemahaman akan kondisi perairan kita. Perdalam pengetahuanmu tentang laut sebagai warga yang tinggal di negara kepulauan yang memiliki pantai-pantai eksotis. Sayang sekali bila diabaikan dan kemudian kita lalai akan potensi sekaligus masalah kelautan kita.
Salah satu kegiatan CS Bali: beach cleaning sambil sight seeing, ikutan menjaga keindahan pantai dengan mengumpulkan sampah dan upaya pemeliharaan lainnya. Yang menikmati kita-kita juga, berkegiatan di pantai pun jadi jauh lebih asik.
24 Oktober 2012
Lokasi: Pulau Serangan
Kegiatan: Beach Hopping and Mangrove Workshop
Acara beach hopping yang seru akan melintasi Pulau Serangan. Di pulau ini kita akan mendapatkan pengetahuan mengenai mangrove. Bila ada yang berminat, dapat juga ikut serta dalam mangrove tour dengan menggunakan kapal jukung.
sumber: rafiqamarsha.blogspot.com
Bali Mangrove Tour
26 Oktober 2012 Lokasi: Pulau Menjangan, Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Kegiatan: Pemasangan Mooring Buoy, Starfish Clean-up, Beach Clean-up Partisipan pada hari ini akan terdiri dari tiga group, yaitu group Diver, Snorkler dan Beach Cleaner. Seluruh peserta disarankan untuk bermalam di camp site yang telah disediakan pada tanggal 25 Oktober dan harus sudah sampai di lokasi camp site pada sore hari pukul 15.00 WITA. Pada pukul 19.00 WITA, berlangsung pemutaran film dokumenter mengenai potensi TNBB dan sebelum memulai kegiatan pada tanggal 26 Oktober akan diberikan pembekalan berupa workshop singkat mengenai program Water Activities. Workshop singkat dan pemutaran filem dokumenter akan disampaikan oleh tim dari Balai Taman Nasional Bali Barat. CSIF 2012 bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Bari Barat (TNBB) akan melalukan kegiatan pemasangan dan pemeliharaan Mooring Buoy, Beach Clean-up dan Star Fish Clean-up. Pemasangan dan pemeliharaan Mooring Buoy (kedalaman maksimal 25m) dilakukan oleh para diver yang telah mendaftar, sedangkan pemeliharaan Mooring Buoy dan Star Fish Clean-up di perairan dangkal dapat dilakukan dengan cara snorkling. Partisipan yang melakukan Beach Clean-up memulai kegiatannya di sekitar camp site hingga radius 500m dari camp site.
Pemasangan & pemeliharaan mooring buoy. Sumber foto: lomba.kompasiana.com
Selama ini, CouchSurfing dikenal sebagai komunitas yang memberikan penginapan gratis di rumah para anggotanya bagi para pelancong. Lebih dari itu, dengan menjadi CouchSurfer (anggota CouchSurfing), kita dapat mengembangkan jaringan silaturahmi (hospitality network) bersama 4.5 juta member CouchSurfing yang tinggal di 90.000 kota yang tersebar di 207 negara. Negara dengan jumlah CouchSurfer terbesar adalah Amerika Serikat, diikuti oleh Jerman, Perancis, Kanada, Inggris, Spanyol, Italia, Brazil, Australia, dan China. Untuk bergabung dengan CouchSurfing, usia minimum adalah 18 tahun. Lebih dari 50% CouchSurfer berusia dibawah 30 tahun, dengan usia rata-rata 28 tahun. Kita dapat mengunjungi situs www.couchsurfing.org untuk membuat profil pribadi dan mengisinya selengkap mungkin supaya anggota lain dapat mengetahui gambaran yang jelas tentang diri kita. (sumber data: http://www.couchsurfing.org/statistics)
Sesuai namanya, kegiatan utama komunitas CouchSurfing (CS) adalah Couch (Bahasa Indonesia: sofa, dalam hal ini memberi penginapan pada anggota lain) dan Surfing (Bahasa Indonesia: berselancar, dalam hal ini menginap di tempat anggota lain). Anggota komunitas yang membuka rumahnya disebut sebagai host / tuan rumah, sementara yang menginap disebut guest / tamu. Tidak enak hati untuk menginap di tempat orang lain dan masih ragu-ragu untuk menerima tamu asing? Jangan kuatir, tetaplah bergabung dengan CS Indonesia karena komunitas ini memiliki variasi kegiatan yang menarik. Diluar acara tahunan CSIF, tiap daerah memiliki group yang rutin mengadakan kegiatan dan pertemuan. Di group CS Bandung misalnya, diadakan pertemuan rutin tiap akhir pekan pertama di awal bulan, bergantian antara Sabtu dan Minggu. Tema tiap bulan bervariasi mulai dari potluck di rumah salah seorang anggota, melihat bulan dan planet-planet melalui teleskop di Observatorium Bosscha, kukurilingan kuliner (berjalan-jalan keliling kota sambil mencoba makanan khas Bandung), donor darah di PMI, jalan-jalan ke museum, bermain angklung, dan tentu saja di bulan Ramadhan ini akan diadakan acara Buka Puasa Bersama. Dengan mayoritas anggota penyuka traveling, tentunya ada kegiatan jalan-jalan bareng seperti Beach Camp di Pantai Sadranan yang diadakan CS Jogjakarta, maupun naik Gunung Agung yang diadakan oleh CS Bali. Untuk yang punya hobby khusus, ada juga sub-grup berdasarkan minat. Contohnya di Jakarta ada Group CS Jakarta Cooking Lover yang rajin mencoba-coba berbagai resep masakan, mulai dari hidangan lokal seperti masakan Bali dan Menado hingga mancanegara seperti masakan Jepang dan Thailand. Selain itu ada juga CS Diver Group Jakarta, CS Jakarta Writers Club, CS Jakarta Spanish Community, CS Bali Weekend Photography, CS Salsa in Bali, dan CS Surfing in Bali.
Tertarik? Segera buat profilmu di www.couchsurfing.org